Minggu, 13 Juli 2014

KODRAT KAUM PEREMPUAN?

Perkembangan zaman sudah semakin dirasakan, dari adanya perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan, bahkan cara berfikir dari masyarakat. Namun entah mengapa, masih terdapat sebagian orang yang tetap mempertahankan cara berfikir mengenai kodrat seorang perempuan. Di kala akhir-akhir ini selalu ditekankan persamaan genre dimana antara laki-laki dan perempuan harus diperlakukan secara sama dalam beberapa hal, termasuk dalam pendidikan dan pekerjaan. Saat ini masih saja adanya pola berfikir masyarakat yaitu dari kalangan orang tua yang berfikir bahwa seorang anak perempuan hanya akan berakhir di dapur. Jadi sejauh dan setinggi apapun pendidikan anak perempuan mereka, ujung-ujungnya juga akan pergi ke dapur. Sehingga tidak sedikit kalang orang tua yang memilih untuk segera menikahkan anak perempuan mereka setelah lulus sekolah di SMA/Sederajat. Bahkan ada pula setelah lulus SMP/sederajat sudah segera dinikahkan dengan alas an yang tidak jauh beda dengan pernyataan di atas. Di samping pertimbangan tersebut, ada pula pemikiran bahwa seorang perempuan jika tidak segera dinikahkan, ditakutkan jodoh akan kabur atau anak perempuan mereka akan susah mendaptkan jodoh. Apalagi jika anak perempuan tersebut sudah lulus dari pendidikan tinggi atau bahkan sudah memperoleh penghasilan sendiri. Hal ini dapat membuat para kaum lelaki merasa minder jika mendekati anak gadis mereka.

Profil Elwin Purwanto

Elwin Purwanto
Elwin Purwanto adalah salah satu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Ia masuk di Universitas Brawijaya pada tahun 2010. Dalam pendidikannya, ia berencana akan menyelesaikan kuliahnya tahun 2014. Di kampus ia dikenal sebagai mahasiswa yang cukup baik (menurut penulis). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya teman yang akrab dengannya. Di UB ia mengenal mahasiswa dari seluruh penjuru daerah di Indonesia.

Rabu, 26 Februari 2014

Merengkuh Kepemimpinan Bangsa “ 2014 “ yang Berdaulat dan Bermartabat

Wacana kepemimpinan nasional kian santer, terutama mendekati pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada pemilu 2014. Sejumlah nama telah beredar, tetapi sebagain hanya dari kalangan partai politik yang punya peluang mengajukan pencalonan presiden dan wakil presiden. Tantangan serius bangsa Indonesia kedepan  adalah bagaimana membagun kedaulatan politik, ekonomi, social dan budaya yang kuat mandiri dan sejahtera. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang berkarakter negarawanan dan visioner dalam menahkodai bangsa ke depan. Sosok itu siap mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, berani ambil resiko, serta mau bekerja nyata untuk memajukan dan menyejahterakan kehidupan bangsa, meski tidak memenuhi semua syarat negarawan yang sempurna, sebenarnya Indonesia masih memliki beberapa tokoh yang cukup mendekati karakter tersebut dan mereka patut di perkenalkan kepada publik untuk di jadikan panutan bagi  generasi kepemimpinan kedepan. Disatu sisi saat ini juga banyak figur pemimpin bangsa yang jauh dari harapan masyarakat Indonesia, berbagai penyimpangan kerap terpublis oleh media sehingga memunculkan perasaan