Wacana kepemimpinan
nasional kian santer, terutama mendekati pemilihan umum presiden dan wakil
presiden pada pemilu 2014. Sejumlah nama telah beredar, tetapi sebagain hanya
dari kalangan partai politik yang punya peluang mengajukan pencalonan presiden
dan wakil presiden. Tantangan serius bangsa Indonesia kedepan adalah
bagaimana membagun kedaulatan politik, ekonomi, social dan budaya yang kuat
mandiri dan sejahtera. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang berkarakter
negarawanan dan visioner dalam menahkodai bangsa ke depan. Sosok itu siap
mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, berani ambil resiko, serta
mau bekerja nyata untuk memajukan dan menyejahterakan kehidupan bangsa, meski
tidak memenuhi semua syarat negarawan yang sempurna, sebenarnya Indonesia masih
memliki beberapa tokoh yang cukup mendekati karakter tersebut dan mereka patut
di perkenalkan kepada publik untuk di jadikan panutan bagi generasi
kepemimpinan kedepan. Disatu sisi saat ini juga banyak figur pemimpin bangsa
yang jauh dari harapan masyarakat Indonesia, berbagai penyimpangan kerap
terpublis oleh media sehingga memunculkan perasaan
Rabu, 26 Februari 2014
Sabtu, 30 November 2013
Mengembalikan Identitas Diri dan Ideologi Bangsa Untuk Mewujudkan Bhineka Tunggal Ika
Indonesia
merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki berbagai ragam dan
budaya di dalamnya. Dalam kacamata dunia, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang
besar dengan kondisi masyarakat yang damai, ramah dan bersahabat. Namun semua
anggapan itu lambat laun mulai menghilang seiring berkembangnya waktu. Hingga
pada era globalisasi ini, Indonesia memiliki berbagai pelanggaran sosial yang
beragam mulai dari perkelahian, tawuran, pembunuhan, perampokan, pelecehan, dan
lain sebagainya. Nilai persatuan dan kesatuan yang merupakan inti dari semboyan
bangsa ini, Bhineka Tunggal Ika sudah mulai dianggap sebagai hal yang kuno.
Pengaruh dari bangsa lain membuat masyarakat Indonesia semakin minim akan
identitas dan ideologi. Masyarakat lebih suka mencontoh kebiasaan dari
masyarakat bangsa lain daripada mempertahankan kebiasaan
Krisis Ideologi dan Groupthink pada Pemuda Indonesia
Ideologi dapat diartikan sebagai
suatu sistem dasar dari seseorang yang berkaitan dengan nilai-nilai dan tujuan-tujuan
serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Dengan adanya ideologi inilah
manusia dapat menjalani kehidupan pribadi sesuai dengan apa yang telah ia anut.
Sehingga ketika seseorang memiliki ideologi yang kuat maka ia tidak akan mudah
terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang dari ideologinya. Hal inilah yang
nantinya akan berpengaruh pada pola fikir dan perilaku seseorang dalam dunia
kerja. Apabila ideologi tersebut diterapkan dalam suatu organisasi, maka
ideologi dapat diartikan sebagai satu kesatuan gagasan dasar yang disusun
secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang pengurus maupun
Langganan:
Postingan (Atom)
